Rabu, 26 Maret 2008

............


Hidup tidak hanya sekedar untuk menerima apa yang sudah ada, hidup ini penuh dengan perjuangan untuk bertahan. Untuk hidup sehari – hari kita tidak bisa hanya menungu dan menunggu datang nya suatu keajaiban. Kita harus berjuang sekuat tenaga untuk tercapainya cita – cita, karena sebenarnya hidup ini adalah perjuangan untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sangatlah sulit untuk menjadi diri sendiri apabila kita tidak bisa menerima apa yang sudah kita miliki, seandainya kita bisa menghargai apa yang ada pada diri kita masing2, baik itu kelebihan ataupun kekurangan, kita akan menjadi lebih berharga daripada kita mengada2 apa yang sebenarnya tidak ada pada diri kita, mengada2 adalah salah! alhasil kita akan menjadi pembohong sekaligus penipu terhadap diri kita dan itu akan merugikan diri kita sendiri, terimalah apa yang telah kamu punya, jangan terlalu berlebihan untuk menjadi orang lain yang sebenarnya tidak menyamankan dirimu. Hargai dirimu hargai hasil mu dan hargailah setiap yang ada pada dirimu! Dan sesungguhnya itu adalah awal yang baik agar supaya kamu juga dihargai oleh orang lain.

Jaman dahulu orang tua tidak menyuruh anak nya hanya menjadi seseorang yang pintar, tapi juga mengajarkan agar seorang anak itu mempunyai tingkah laku yang baik/attitude yang baik, sepertinya perubahan zaman telah merubah dan telah menghilangkan ajaran2 yang dahulu diterapkan orang tua kepada anaknya, kata2 pepatahpun sekarang sedikit telah dilupakan. Seharusnya seorang anak yang telah disekolahkan dan dianggap pandai dan pintar itu seperti “semakin tua padi, padi berisi dan makin merunduk” yang artinya seseorang yang telah menginjak dewasa dan berpendidikan seharusnya mempunyai ilmu yang ia pelajari dan diterapkan dalam kehidupannya sehari – hari, serta memiliki kesopan santunan menghadapi orang yang lebih tua darinya, seperti cara bicara kepada orang tua. Mengahadapi seseorang yang lebih tua harus lah dibedakan dengan teman sejawat kita, kita harus menghormati orang yang lebih tua dari kita, walau bagaimanapun yang dinamakan orang tua itu identik dengan seseorang yang dituakan = seseorang yang telah banyak pengalaman hidupnya dibandingkan kita yang muda – muda ini. Sebagai contohnya sekarang kebanyakan orang pintar banyak yang menggunakan kepintaran nya untuk menipu, membohongi orang dan menindas yang lemah. Memang tidak semua orang pintar begitu, tapi yang ada sekarang ini kebanyakan begitu lho, haha hm orang pintar menindas orang yang bodoh! Hm apakah tidak ada kemanusiawian lagi di dunia ini?? Sebenarnya tidak ada orang bodoh didunia ini kalau manusia itu sendiri mau belajar apa yang belum ia ketahui dan apa yang belum ia pelajari, dan tentunya diikuti dengan berdo’a dan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Kita kembali kepada manusia itu sendiri kemana akan dibawa dirinya itu.

Sekarang etika dalam masyarakat kita sepertinya sudah hampir bergeser kearah yang kurang baik, dimana seorang anak berbicara kepada orang tua seperti bicara kepada teman sebaya nya, dan itu sangat lah tidak baik, dan menurutku jauh dari budaya Indonesia yang dulu sangat menerapkan kesopan santunan, menghormati dan saling menghargai antar sesama. Baik budaya, adat istiadat dan sejarah itu sangatlah penting menurutku untuk kita jaga dan kita lestarikan, sebab apabila tidak adanya budaya, adat istiadat apa artinya sebuah negara yang tidak memiliki corak kehidupan masyarakatnya.

Tidak ada komentar: